Bentuk molekulnya, dengan dua atom bergabung dengan ikatan rangkap, membuat kehidupan di Bumi menjadi mungkin. Sayangnya, bentuk ini tidak pernah secara definitif terlihat di ruang angkasa. Sebuah upaya sejak 2007 dari teleskop Odin, Swedia, yang diterbitkan dalam jurnal Astronomi dan Astrofisika, mengklaim penemuan oksigen di daerah pembentuk bintang. Tapi, penemuan ini tidak bisa dikonfirmasikan. Satu lokasi yang mungkin untuk mencari oksigen yang hilang adalah di butiran debu dan air es di angkasa luar. Tim memilih wilayah pembentuk bintang di konstelasi Orion karena percaya bahwa oksigen akan keluar dari es dan debu di ruang yang harus panas.
Thursday, 4 August 2011
Ilmuwan mengaku temukan Oksigen di Luar Angkasa
Bentuk molekulnya, dengan dua atom bergabung dengan ikatan rangkap, membuat kehidupan di Bumi menjadi mungkin. Sayangnya, bentuk ini tidak pernah secara definitif terlihat di ruang angkasa. Sebuah upaya sejak 2007 dari teleskop Odin, Swedia, yang diterbitkan dalam jurnal Astronomi dan Astrofisika, mengklaim penemuan oksigen di daerah pembentuk bintang. Tapi, penemuan ini tidak bisa dikonfirmasikan. Satu lokasi yang mungkin untuk mencari oksigen yang hilang adalah di butiran debu dan air es di angkasa luar. Tim memilih wilayah pembentuk bintang di konstelasi Orion karena percaya bahwa oksigen akan keluar dari es dan debu di ruang yang harus panas.
Labels:
Solar System,
Temuan-temuan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment