Showing posts with label Solar System. Show all posts
Showing posts with label Solar System. Show all posts

Thursday, 1 November 2012

Jenis-jenis Petir yang perlu diketahui

Petir atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan biasanya disebut kilat yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar sering disebut Guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

St. Elmo’s Fire

Telah ada selama berabad-abad, dimulai dengan Yunani kuno, Julius Caesar, Columbus dan Magellan. Setelah penangkal petir Benjamin Franklin, fenomena ini terlihat lebih di tanah, menyebabkan rasa takut sebagai api biru terinspirasi cerita roh dan hantu.

Boom

Ball Thunder adalah fenomena yang aneh, dengan laporan peninjauan kembali ke Yunani kuno. Jenis yang paling umum adalah kilatan petir coret, tapi kilat ini menyebabkan ancaman terbesar terhadap kehidupan dan properti. Petir dapat dipicu oleh berbagai peristiwa mulai, dari ledakan termonuklir untuk meluncurkan roket seperti Challenger atau Apollo 12.

Deadly

Di Amerika Serikat, rata-rata 58 orang dibunuh setiap tahun oleh petir. Sekitar 250 orang bertahan hidup setiap tahun setelah disambar petir, namun sebagian besar hidup dengan bekas luka permanen.

Cloud Flashes

Ketika kilat menyala di awan, kadang-kadang Anda dapat melihat garis di udara di sekitar badai. Itu disebut kilat awan-ke-udara, atau disebut sebagai "Anvil Crawler" Petir juga dapat melakukan perjalanan dari awan ke awan. Ketika kilat tampaknya tertanam di awan dan sepertinya pada luminositas selama bagian flash, disebut lembar pencahayaan atau intra-awan petir. Banyak orang telah melihat kilat yang panas, tapi mengatakan mereka tidak mendengar guntur. Namun, guntur di kejauhan itu terlalu jauh untuk didengar. Setiap kali ada petir, ada juga guntur.

Cloud-to-sea Lightning

Air adalah konduktor yang sangat baik, sehingga pintar untuk tinggal jauh dari laut, danau dan kolam selama badai petir. Dalam badai, para pelaut berisiko terkena petir-awan ke laut. Selain angin kencang, tinggi, gelombang berombak, dan hujan deras. Pelaut dianjurkan untuk mencari pelabuhan yang aman sampai badai berlalu dan memastikan kru mengenakan jaket.

Re-strike

Petir ini terdiri dari 3-4 stroke individu, tetapi mungkin memiliki lebih. Dipisahkan oleh 40-50 milidetik, menyebabkan efek "strobe light". Yang pertama adalah yang terkuat. Setiap stroke berturut-turut biasanya kembali menggunakan saluran debit diambil oleh stroke sebelumnya. Berkepanjangan oleh gemuruh guntur yang menyerang kembali.

Mind-blowing Beauty

Petir melalui udara memancarkan cahaya putih, tetapi dapat muncul sebagai warna yang berbeda tergantung pada kondisi cuaca. Karena kelembaban, kabut, debu dan semacamnya, petir jauh dapat muncul merah atau oranye dalam cara yang tidak sama saat matahari terbenam.

U
pper Atmospheric Lightning
Walaupun jarang terlihat dengan mata telanjang, petir sangat istimewa, jarang terlihat seperti flash sprite merah, biru dan elf jet. Sprite lebar, berkedip lemah dalam badai. Sprite petir muncul seperti ubur-ubur raksasa dengan cahaya merah darah-biru panjang tergantung pada tentakel. Jet Blue sempit dan ditembak dari atas badai. jJet Blue lebih terang dari sprite dan pertama kali direkam dari pesawat.

Scary Powerful Strikes to Towers, Buildings

Biasanya selama badai, 80% kilat terlihat di awan dan 20% di darat. Bangunan, menara, dan titik tinggi lainnya sering disambar petir, karena listrik menemukan jalan dan perlawanan terendah. Petir turun dari langit ke bawah, tetapi bagian yang Anda lihat berasal dari bawah ke atas. Bisa menyerang tempat yang sama lebih dari sekali.

Double Lightning

Petir merupakan kekuatan alam yang mengesankan. Indah, sekaligus berbahaya. Lampu kilat biru-putih cemerlang petir disebabkan oleh panas yang ekstrim. Petir lebih panas dari permukaan matahari. Petir ganda memiliki ancaman yang berganda pula.

Mulitple Strikes & Long Exposure Photos

Ini adalah tipe dasar awan petir yang muncul untuk membubarkan menjadi string pendek, lampu, yang berlangsung lebih lama dari biasa. Petir terlihat agak seperti pita. Hal ini terjadi dalam angin badai dengan trafik tinggi dan stroke yang lalu. Angin bertiup kembali dalam satu baris ke setiap stroke, juga ke salah satu sisi belakang stroke sebelumnya, menunjukkan efek dari pita. Petir staccato memiliki durasi stroke pendek, muncul sebagai flash tunggal sangat cerah dan sering memiliki dampak yang cukup besar.

Rocket Lightning

Rocket kilat biasanya horisontal dan di dasar awan. Saluran Luminous muncul melalui udara dengan kecepatan visual tinggi, sering terputus-putus. Gerakan ini menyerupai gerakan roket. Ini adalah salah satu tipe yang paling langka.

Volcanic Triggered Lightning

Petir dipicu vulkanik bukanlah sesuatu yang sering kita lihat. Setidaknya sebelum neraka meledak di Islandia. Ada tiga jenis pencahayaan vulkanik. Petir dapat dipicu oleh letusan gunung berapi yang sangat besar, yang mengeluarkan gas dan material ke atmosfir. Jenis perantara dari ventilasi gunung berapi, kadang-kadang memiliki panjang 1,8 km. Lalu ada percikan petir jenis jauh lebih pendek dan hanya berlangsung beberapa milidetik.

Sensational Volcanic-Lightning

Petir, api, es, dan abu bersatu disini, vulkanik memicu petir terdengar sesuatu seperti tembakan senapan, sementara listrik yang diproduksi menghasilkan gemuruh panjang.

Wednesday, 31 October 2012

Kisah Mengerikan para Astronot

Berawal dari peluncuran satelit sebesar bola basket pada 4 Oktober 1957, Sputnik 1, Uni Soviet memulai apa yang disebut sebagai "Space Age" yang mengubah dunia. Sejak saat itulah, penjelajahan luar angkasa dilakukan, termasuk mengirim manusia ke luar bumi. Tak semua misi berhasil, beberapa di antaranya berujung tragedi. Lupakan soal campur tangan alien, meninggalkan atmosfer Bumi sendiri sudah berbahaya. Ada sejumlah episode mengerikan, aneh, dan tidak masuk akal yang terjadi. Berikut sejumlah cerita mengerikan yang terjadi di luar angkasa. 

Bangkai mahluk hidup di luar angkasa

Sebelum akhirnya berhasil mengirimkan para kosmonot dan astronot, eksplorasi luar angkasa mengorbankan banyak nyawa binatang. Monyet, anjing, dan simpanse. Sementara ide mengorbankan hewan di "altar" ilmu pengetahuan mungkin tidak tepat, namun fakta ada banyak hewan jenis simian dan canine  yang mati di luar angkasa menjadi cerita mengerikan. Ini menimbulkan banyak teori bahwa mungkin ada lusinan hewan yang menjadi mumi yang hingga saat ini masih membuat putaran orbit. Hal yang sama bisa jadi juga menimpa manusia.

Risiko jadi makanan serigala

Tak hanya ketika menembus atmosfer, para penjelajah luar angkasa juga menghadapi risiko saat mendarat ke bumi. Seperti yang dialami Alexei Leonov, kosmonot Uni Soviet.Pada 18 Maret 1965, ia berhasil menjadi manusia pertama yang berjalan kaki di luar angkasa atau extra-vehicular activity (EVA). Karena mengalami kebocoran udara dan sejumlah material yang kaku, ia buru-buru masuk kembali ke dalam kapsulnya. Sebuah usaha yang susah payah, karena ia harus menurunkan tekanan pakaian luar angkasanya dan risiko berebut masuk dalam kapsul. Saat pesawat berhasil kembali ke Bumi, ia mendarat di Pegunungan Ural, di mana Leonov dan komandannya dipaksa menunggu pasukan penyelamat di tengah lolongan serigala lapar.

Toilet mengerikan

Pada 5 Mei 1961, Alan Shepard memakai popok dewasa saat mengangkasa menggunakan Freedom 7. Namun, fasilitas kamar mandi di pesawat Apollo jauh lebih buruk, sebelum perbaikan signifikan dilakukan. Dalam misi Mercury, Gemini, dan Apolo, para kru secara faktual mengenakan kapsul. Mereka hidup di tempat duduk mereka, melakukan segala sesuatu yang personal di sana, seperti makan, tidur, buang air kecil, apapun. Urin dikumpulkan dalam wadah yang menempel pada tubuh, kantong mirip kondom yang punya tiga pilihan: kecil, sedang atau besar. Untuk buang air besar, para astronot pertama menempelkan tas plastik pada bagian pantat. Saat selesai membuang hajat, ia akan menutup tas tersebut, meremas-remasnya, mencampur cairan pembunuh bakteri dengan kotoran di dalamnya. Meski dalam kacamata para insinyur ini cara efektif, untuk para astronot, sangat mengerikan.

Dekompresi

Ini adalah salah satu fakta mengerikan dalam perjalanan luar angkasa. Dekompresi. Semua kru Soyuz 11 yang berjumlah tiga orang, Vladislav Volkov, Georgi Dobrovolski dan Viktor Patsayev, tewas akibat penurunan tekanan ketika mempersiapkan diri untuk kembali ke bumi. Ini adalah kematian pertama manusia yang terjadi di luar angkasa. Sebelumnya, seorang teknisi Johnson Space Center, Houston menceritakan pengalamannya mengalami dekompresi ketika berada di ruangan hampa udara. Ingatan terakhirnya sebelum kesadaran adalah sensasi kelembaban dalam lidahnya mulai mendidih. Hingga saat ini belum ada kesepakatan di kalangan ilmuwan tentang gejala dekompresi mendadak, namun ada di antara kemungkinan itu adalah daging yang membengkak, darah yang menguap, bola mata pecah, dan paru-paru meledak.

Seks di luar angkasa

Topik ini dianggap tabu, atau sebaliknya menarik bagi sejumlah orang. Namun seks dalam ruangan nyaris tanpa bobot menjadi masalah yang harus dipecahkan dalam misi penjelajahan luar angkasa jangka panjang. Termasuk bagi masa depan umat manusia yang di masa depan mungkin tinggal di luar bumi. Baik Amerika Serikat maupun Uni Soviet mengeksplorasi topik ini dari sudut pandang kedokteran. Termasuk menciptakan baju yang memungkinkan pemenuhan kebutuhan biologis itu. Mungkin berhubungan seksual di luar angkasa tak semenarik dalam benak penggemar sains fiksi, justru mungkin tampak aneh dan menyeramkan.[discovery]

Sunday, 28 October 2012

Foto Eksklusif dari Tepi Langit

Fotografer otodidak asal Finlandia Mikko Lagerstedt menemukan inspirasi dari tepian Bumi, tempat cahaya dan kegelapan bertemu.













Sunday, 21 October 2012

Temuan Gua dan Balok Kayu Misterius di Mars

Misteri penemuan artefak seperti kerangka hewan, tengkorak manusia dan patung di Mars masih belum terpecahkan. Sekarang para peneliti menemukan objek berbentuk gua dan kayu di planet Mars. Gambar yang diambil NASA ini menunjukkan adanya sebuah gua seperti pintu yang misterius pada dasar sebuah formasi bukit di Mars. Orang yang pertama mengidentifikasi pintu tersebut bukanlah ilmuwan NASA melainkan seorang pembaca web Cnews dari Rusia bernama Alexander Novgorodov. Ia melihat sebuah struktur seperti buatan manusia di kaki bukit. Gambar ini diambil oleh pesawat Reconnaissance Orbiter.

Para peneliti mengemukakan kemungkinan bahwa pintu tersebut adalah sebuah hasil dari erosi iklim. Namun tetap saja pintu itu menjadi perbincangan hangat mengingat bentuknya yang unik. Bentuk bukit yang seperti air mata ini terletak di tengah-tengah wilayah beku planet Mars. Mars adalah rumah dari gunung terbesar di seluruh planet dan lembahnya adalah yang terdalam dari seluruh planet yang pernah ditemukan. Dan Mars juga satu-satunya planet yang paling mungkin dapat menampung kehidupan manusia. Beberapa tanaman terbukti dapat hidup pada tekanan CO2 rendah seperti atmosfer Mars.

Foto disamping ini diambil oleh Mars Rover, dan yang terekam di dalam foto tersebut membuat para ahli kebingungan. Apakah itu sepotong kayu ? Foto itu pertama kali dirilis pada tahun 2004. Segera dunia internet menjadi ramai dengan perbincangan dan teori konspirasi. 

Bahkan ada isu  bahwa NASA pernah menyatakan bahwa Mars adalah sebuah dunia gurun yang memiliki hutan lebat. Dan itu tidak pernah dibuka kepada publik. Para peneliti yang skeptis menyatakan bahwa gambar kayu tersebut kemungkinan didapat dari hasil pareidolia - sebuah stimulus acak yang dipersepsikan memiliki signifikasi bentuk. Seperti awan yang kadang terlihat memiliki bentuk tertentu.

Wednesday, 17 October 2012

Spiral Gas Bintang Raksasa "sekarat"

Suatu saat nanti, sekitar 5 miliar tahun lagi, Matahari -- di mana Bumi dan seluruh planet di Tata Surya akan mati. Penemuan struktur spiral aneh yang mengelilingi sebuah bintang merah raksasa yang sekarat, mungkin jadi petunjuk, bagaimana perilaku Sang Surya di akhir hidupnya. Spiral tersebut ditemukan tim astronom internasional menggunakan teleskop Atacama Large Millimeter/Submillimeter Array (ALMA) in utara Chile. Struktur itu sebelumnya belum pernah dijumpai itu berada dalam kungkungan gas dan debu di sekitar bintang merah yang jaraknya sekitar 1.000 juta tahun cahaya dari Bumi. Spiral itu diperkirakan dibentuk oleh gas dari bintang raksasa merah yang sekarat yang disebut R Sculptoris.

Struktur ini menyediakan informasi tentang kecepatan angin meniup R Sculptoris, mengungkap bahwa bintang itu telah kehilangan massanya tiga kali lipat dari yang diperkirakan sebelumnya. "Kami telah melihat bentuk seperti cangkang di sekitar bintang jenis ini sebelumnya, namun ini adalah pertama kalinya kami melihat spiral material yang keluar dari bintang," kata penulis utama Matthias Maercker, ilmuwan dari University of Bonn, Jerman. "Kita bisa 'berjalan' di sepanjang spiral dan menggunakannya sebagai jam untuk melihat apa yang sedang terjadi."

Untuk diketahui, bintang seperti Matahari akan berkembang menjadi raksasa merah pada tahap terakhir dari evolusinya. Ketika matahari mencapai tahap ini dalam waktu sekitar 5 miliar tahun, lapisan luarnya akan menyebar sejauh orbit Bumi. Setiap 10.000 hingga 50.000 tahun, muncul gas raksasa yang akan membakar helium selama beberapa ratus tahun, dalam proses yang dikenal sebagai thermal pulse. Proses ini juga menyebabkan pencampuran antar lapisan bintang. Elemen thermal adalah bagian penting dari evolusi akhir bintang. Mereka bertanggung jawab untuk pembentukan unsur-unsur baru, yang pada akhirnya akan menjadi bintang dan sistem planet baru.

Bentuk spiral tak biasa itu mungkin diciptakan oleh sebuah bintang pendamping tersembunyi mengorbit raksasa merah. Temuan penelitian telah dipublikasikan dalam jurnal Nature. Untuk diketahui, ALMA adalah teleskop paling mahal di dunia berbasis darat yang menghasilkan gambar sepuluh kali lebih tajam dari Hubble. Dengan lokasinya di ketinggian 16.000 kaki di Pegunungan Andes, ALMA adalah mesin tertinggi di dunia. ALMA memiliki 66 antena yang menjelajahi alam semesta melalui gelombang radio yang dipancarkan oleh galaksi, bintang dan benda lain yang tidak bisa ditangkap oleh teleskop optik dan inframerah -- yang hanya dapat menerima cahaya.[vn]

Tuesday, 16 October 2012

KOI-500, Tata Surya Terpadat

Astronom menemukan tata surya paling ramping dan padat. Tata Surya tersebut terdiri atas lima planet yang bergerombol di dekat bintangnya. Observasi yang berujung penemuan tata surya itu dilakukan dengan teleskop Kepler. Sejak peluncurannya pada tahun 2009, teleskop ini telah menemukan 2300 kandidat planet. Kepler mendeteksi planet dengan metode transit. Metode tersebut didasarkan pada pengamatan peredupan cahaya bintang akibat adanya planet yang melintas di mukanya. Tata surya paling ramping dan padat yang ditemukan adalah sistem yang berpusat pada bintang KOI-500. Bintang itu bermassa 3/4 Matahari, berumur 1 miliar tahun atau seperempat umur Matahari.

Penemuan mengungkap bahwa bintang berjarak 1.100 tahun cahaya dari Bumi itu terdiri atas lima planet yang ukurannya berkisar antara 1,3-2,6 kali Bumi. Tata surya ini dikatakan teramping sebab lima planetnya mengorbit bintang 150 kali lebih kecil dari area orbit Bumi. Pada tingkat kepadatan itu, Anda masih bisa memasukkan lagi 10 planet lain dan seluruhnya masih akan bisa tertampung dalam area orbit Bumi. Dengan dekatnya jarak planet dengan bintang, satu tahun di planet sekeliling KOI-500 sangat singkat. Masing-masing hanya 1:3 | 1:4 | 6:7 | 1:9.5 hari di Bumi.

Planet terletak berdekatan satu sama lain sehingga efek gravitasi planet satu sangat memengaruhi planet lain. Namun, orbit planet masih dikatakan stabil. Uniknya, empat planet terluar dari planet ini mengalami sinkronisasi orbit yang hingga kini belum ditemukan pada tata surya lain. Peristiwa itu disebut four body resonance. Empat planet itu kembali ke konfigurasi orbit yang sama setiap jangka waktu 191 hari. Astronom mengatakan, tata surya KOI-500 sejatinya tak seramping saat ini. Sebelumnya, planet terbentuk di daerah yang berjarak jauh dengan bintangnya. Namun, akhirnya planet-planet yang terbentuk bermigrasi ke dalam. Tata surya itu seperti sukses diet.

Proses mendekatnya planet ke bintang bisa dikatakan umum. Jenis planet gas raksasa bisa terdapat di dekat bintangnya bisa disebut planet "hot Jupiter". Hingga sejauh ini, kebanyakan planet ekstrasolar yang ditemukan astronom terletak dekat dengan bintangnya. Astronom belum memahami sepenuhnya mengapa tata surya tempat manusia hidup berbeda dengan lainnya. Sebagai sistem yang paling padat yang ditemukan, KOI-500 akan menjadi pijakan bagi teori ke depan yang akan mendeskripsikan bagaimana sistem keplanetan terbentuk. Mempelajari tentang sistem ini akan menginspirasi teori generasi baru yang akan menjelaskan mengapa tata surya kita berbeda.

Thursday, 13 September 2012

Meteor telah Ubah Atmosfer Venus, Bumi & mars

Hantaman sejumlah meteor melalui atmosfer planet-planet seperti Bumi, Mars, dan Venus dapat mengubah kondisi udara planet-planet tersebut, dalam cara yang baru saja dimengerti oleh para peneliti. Atmosfer planet-planet kebanyakan tersusun dari elemen sederhana, bermassa rendah dan terdiri atas karbon dioksida, oksigen dan nitrogen. Namun ketika sebuah serpihan partikel atau meteor melewatinya, atmosfer tersebut dapat menjadi lebih berat, dengan membakar elemen-elemen seperti magnesium, silikon dan besi.

Menurut para ilmuwan elemen-elemen tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap sirkulasi dan perubahan angin di atmosfer. Paul Withers dari Universitas Boston mengatakan, “Itu akan membuka sebuah hubungan baru dengan berbagai senyawa kimia yang umumnya tidak ada di atmosfer.”

Mencemari lapisan terluar atmosfer

Bagian terluar dari atmosfer planet-planet, ionosfer, mengandung berbagai plasma, yang merupakan campuran atom-atom atau molekul positif dan elektron yang bermuatan negatif. Ketika elemen-elemen sederhana seperti oksigen bergerak ke bagian luar itu, mereka akan terpisah dengan mudah, hilang dalam beberapa menit. Namun meteor yang langsung menghantam permukaan planet membawa logam berat yang dapat dihilangkan melalui beberapa cara. Contohnya, seperti butiran debu, dapat terbakar dengan cepat, melepaskan magnesium yang sudah terionisasi saat jatuh. Atau, magnesium netral akan hancur menjadi bebatuan kecil, kemudian mendapat sinar matahari atau melepas elektronnya menjadi partikel lainnya. Elemen baru tersebut dapat hancur dalam satu hari penuh.

Meteor yang yang menghantam atmosfer disebut meteor atau bintang jatuh. Sedangkan yang jatuh sampai ke bumi di sebut meteorit. Dalam sebuah artikel terbaru untuk Eos, harian milik Persatuan Geofisikal Amerika yang membahas mengenai bumi dan ilmu luar angkasa, Paul mendiskusikan pertanyaan penting yang diajukan oleh sejumlah ilmuwan mengenai bagian terluar dari atmosfer Mars dan Venus.

Persamaan yang mengejutkan, perbedaan yang aneh

Selama dasawarsa terakhir, para ilmuwan telah mengumpulkan informasi yang lebih banyak mengenai ionosfer dari Mars dan Venus. Meskipun orang mungkin membayangkan tentang komposisi dan lokasi dari kedua planet tersebut akan menciptakan interaksi ionosfer yang berbeda, sebenarnya keduanya benar-benar sama. Tekanan, suhu, dan kandungan kimia pada ketinggian di kedua planet itu sama. Demikian juga dengan banyaknya lapisan yang mengandung partikel-partikel dari meteor.

Karena matahari adalah pendorong utama untuk proses ionisasi, bisa diasumsikan Venus memiliki lebih banyak partikel di suatu area tertentu dibandingkan Mars, karena planet itu mengorbit dengan jarak dua kali lebih dekat ke bintang kita. Namun, kedua planet itu memiliki kepadatan yang sama, yang hanya berbeda 1/10 dengan bumi. Di saat yang sama, lapisan yang dipengaruhi oleh meteor di Bumi sangat kecil, mungkin hanya selebar  2,6 km atau 3,2 km, sementara di Venus dan Mars bisa mencapai 9,6 km sampai 12,9 km. Perbedaan tersebut bisa terjadi akibat adanya medan magnet Bumi yang kuat, tidak seperti pada kedua planet lainnya. Namun para ilmuwan masih belum yakin sejauh mana peranan medan magnet tersebut.

Menemukan sumbernya

Untuk mempelajari ionosfer, para ilmuwan dapat meluncurkan roket guna melakukan pengukuran di area tersebut. Namun prosesnya bisa lebih rumit untuk planet-planet lainnya. Saat pesawat luar angkasa melakukan perjalanan melalui sistem tata surya, sinyal radio yang dikirim  kembali ke bumi dapat ditujukan melalui ionosfer dari planet terdekat. Plasma pada ionosfer dapat menyebabkan perubahan kecil pada sinyal radio namun dapat terdeteksi, hal tersebut dapat membantu para ilmuwan untuk mempelajari bagian teratas dari atmosfer. Proses itu dikenal sebagai proses penginderaan radio, yang tidak membutuhkan peralatan tertentu, hanya peralatan radio yang telah digunakan untuk berkomunikasi dengan para ilmuwan di bumi.

Karena itu sangat sederhana, prosesnya telah diterapkan pada setiap planet yang pernah dikunjungi oleh pesawat luar angkasa. Baru pada beberapa tahun terakhir ini, data mengenai Venus dan Mars telah cukup untuk melakukan penelitian secara cermat pada bagian teratas dari atmosfernya. Saat ini, belum ada simulasi angka yang dibuat untuk menjelaskan beberapa perbedaan, namun Paul berharap hal itu akan berubah dalam waktu dekat. Simulasi-simulasi itu dapat membantu menjawab beberapa pertanyaan yang muncul dari sejumlah pengamatan. Paul juga berharap dalam waktu dekat, pemahaman mendalam mengenai ionosfer akan dapat membantu para ilmuwan menentukan jenis “arkeologi atmosfer” untuk Venus dan Mars.

Suatu hari, para ilmuwan akan dapat melacak sejarah dari komet-komet di sistem tata surya dengan mengukur bagaimana atmosfer planet-planet dipengaruhi oleh debu dan gas dari benda tersebut. Namun kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian tersebut mungkin dapat menjadi jalan pembuka.

Monday, 10 September 2012

Ilmuwan akan Ungkap Misteri Gravitasi

Setelah gegap gempita penemuan partikel baru yang 99,999 persen diyakini mendekati Higgs Boson alias "partikel Tuhan", Center for Nuclear Research (CERN) tak lantas berpuas diri. Tim CERN saat ini sedang merencanakan proyek baru untuk menguak misteri besar alam semesta, yang baru sebagian kecilnya saja diketahui manusia. Namun, mimpi baru itu membutuhkan sarana, dan tentu saja modal besar. Tim mengusulkan pembangunan kolider (collider) atau akselerator partikel baru bawah tanah dengan panjang 50 mil atau 80 kilometer, hampir tiga kali ukuran (Large Hadron Collider) yang saat ini berada di bawah tanah Jenewa, yang memiliki panjang 27 kilometer.

Apa yang sebenarnya hendak diungkap oleh para ilmuwan?

Ternyata, gravitasi adalah area kunci yang akan dikerjakan oleh tim menggunakan kolider baru. Kolider tersebut akan digunakan untuk mengungkap bagaimana gravitasi berinteraksi pada tingkat molekuler. Saat ini masih belum jelas bagaimana gravitasi bisa bekerja baik pada level partikel, atau pada tingkatan planet, bintang, dan sistem tata surya. Tim CERN mengaku khawatir penemuan ilmiah ini akan mandeg, hanya karena menunggu pembangunan kolider baru. Kegelisahan itu bukan tanpa alasan, melihat pengalaman Peter Higgs. Penemu teori Higgs Boson itu harus menunggu 58 tahun, sejak merumuskan teorinya pada 1964, hingga penemuan partikel mirip Higgs Boson di tahun ini.

Sementara, kolider pemercepat partikel terkait Higgs Boson sudah diusulkan pada tahun 1983, namun tak kunjung dikerjakan hingga tahun 1998. Dan baru selesai dibangun pada tahun 2008. Sungguh lama. Apalagi, para ilmuwan menyadari, kolider baru tidak mungkin dibangun sampai tahun 2025. Namun tim CERN berpendapat, lebih cepat, lebih baik. Selain mengajukan proposal, tim saat ini juga sedang mempertimbangkan berbagai opsi setelah akselerator partikel yang ada saat ini, yang bernilai US$4,5 miliar, telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Alias purnatugas. Opsi pertama dengan memanfaatkannya, sementara pilihan lainnya adalah dengan meruntuhkan kolider di terowongan sepanjang 27 kilometer yang melingkar di bawah tanah dekat Danau Jenewa, lalu membangun infrastruktur yang lebih sensitif di lokasi itu.

Skema apapun yang dipilih, pastinya akan menelan dana miliaran dolar, yang bebannya akan dibagi ke 20 negara anggota CERN. Saat ini tim yang terdiri dari 18 ilmuwan sedang menyusun roadmap CERN, termasuk desain mesin baru. "Mesin baru ini bisa diinstal di terowongan LHC. Atau sebagai alternatif, dipasang di terowongan baru yang lebih panjang, menggunakan terowongan sepanjang 80 kilometer," demikian laporan tim. Kepada The Australian, Jon Butterworth, profesor fisika dari University College London, yang mewakili Inggris dalam tim menegaskan, penelitian terbaru itu sangat penting. "Kita sedang menuju ke perbatasan baru dalam fisika, yang liar, menunggu untuk dieksplorasi." Jon Butterworth menambahkan, manusia butuh untuk lebih jauh menguak fakta tentang gravitasi. Sebuah hasil yang layak dikejar dan menuntut kerja keras. Soal perlu tidaknya kolider baru, ia berpendapat. "Bisa dengan memperbarui LHC, namun pada akhirnya kita membutuhkan mesin yang lebih kuat." [vn/tech]

Friday, 7 September 2012

Ilmuwan temukan Gugusan Bintang Kuno Baru

Para ilmuwan yang menggunakan teleskop bertenaga tinggi di Chile menemukan bintang kuno yang tampaknya tahan terhadap penuaan. Bintang itu berada dalam gugus berbentuk bulat dari alam semesta jauh di masa lalu, namun gambar baru dari European Southern Observatory (ESO) di Chile menunjukkan bahwa salah satu bintang dalam gugus tersebut masih memiliki cukup banyak litium. "Biasanya elemen ini secara bertahap hancur selama miliaran tahun dari kehidupan sebuah bintang, namun bintang ini adalah satu di antara ribuan yang tampaknya memiliki rahasia keremajaan yang kekal," kata ESO dalam sebuah pernyataan.

"Bintang itu tampaknya, entah bagaimana, berhasil mempertahankan litium asli, atau mungkin menemukan cara untuk memperkaya dirinya sendiri dengan litium yang baru terbuat." Unsur kimia yang berat biasanya hanya ditemukan di dalam bintang-bintang yang lebih baru, seperti matahari, dan tersebar di akhir dari kehidupan sebuah bintang, saat mereka membentuk blok-blok bangunan generasi baru dari tubuh bintang tersebut, kata ESO. Gambar baru itu didapat dari Wide Field Imager lewat teleskop sebesar 2,2 meter yang dioperasikan ESO di La Silla Observatory di Chile. ESO, sebuah kolaborasi yang melibatkan 15 negara terutama Eropa, mengoperasikan sejumlah teleskop bertenaga tinggi di Chile, termasuk peranti Very Large Telescope (VLT) di Paranal, teleskop paling canggih di dunia.

Tuesday, 28 August 2012

Cuaca Paling Ektrim di Tata Surya

Cuaca Paling Ekstrim Di Tata Surya Kita Selama beberapa dekade, astronom telah menggunakan teleskop untuk menguraikan kondisi atmosfer di planet yang jauh. Dan menyimpulkan fakta bahwa kita bersyukur telah tinggal di bumi ini.

Serious Lightining (Petir Terparah)
Pesawat ruang angkasa NASA Cassini telah melihat sebuah badai listrik di Saturnus yang lebih besar daripada badai listrik daratan Amerika Serikat, dengan kilatan petir yang 1.000 kali lebih kuat daripada di Bumi. Badai petir yang membentang 2.175 mil (3.500 kilometer) dari utara ke selatan dan memancarkan suara radio yang sama dengan yang dihasilkan di bumi.

Hot Crush (Panas Penghancur)

Sesuai namanya,. venus merupakan tempat terpanas di tata surya kita. dengan suhu sekitar 750 Kelvin dan memiliki tekanan 90 kali di bumi ini akan membuat setiap pengunjung akan hancur (crush).  Ilmuwan menyebutkan bahwa hal ini terjadi karena adanya efek rumah kaca yang berlebihan dari awan sulfat yang menutupi langit-langit venus. Maka jadilah efek rumah kaca yang besar dan menyebabkan hal ini.

Methane Moon (Bulan Metana)

Pesawat ruang angkasa Cassini Huygens menemukan bukti kuat diantara hujan deras metana cair yang terjadi di bulan nya saturnus "Titan". Dan mungkin "air" yang ada di bulan adalah metana juga karena pada suhu dingin Titan (94 derajat Kelvin) air pun akan dikurung seperti es.

Scarlet Rain (Hujan Merah)

Pada musim panas 2001, setidaknya 50 ton partikel merah jatuh di Kerala, India dan terus berlangsung selama hampir dua bulan bersama hujan. Ternyata benda merah berkarat ini termasuk partikel dari badai debu dan sel-sel biologis yang berasal dari luar angkasa (bakteri sejenis itu maksudnya). Dalam edisi bulan April jurnal Astrophysics and Space Science, ilmuwan dari Mahatma Gandhi University melaporkan bahwa partikel memiliki penampilan sel-sel biologis, dapat bereproduksi di suhu mendesis, dan tidak memiliki kesamaan dengan partikel debu.

Planet Popsicle (planet es)

Pluto yang sekarang tidak di anggap planet ke 9 dalam tata surya ini memiliki fakta bahwa sinar matahari yang di dapat pluto di bandingkan bumi adalah sekitar 1:1000 tahun dan menyebabkan planet ini terdiri dari es beku yang terdiri dari nitrogen, metana dan karbon dioksida dengan suhu berkisar antara minus 387 hingga minus 369 Fahrenheit (40-50 derajat Kelvin).

Windy World (Dunia Angin)

Di Neptunus ditemukan gemuruh angin yang bertiup lebih banyak dan kuat daripada yang ada di Bumi, mencapai 1.500 mph (2.414 kph). Seiring dengan rotasi planet yang cepat (sekitar 16 jam) sehingga menyebabkan konveksi panas-dingin yang cepat juga, lalu dapat mempengaruhi kecepatan angin dan menciptakan kecepatan yang melebihi kecepatan angin di bumi

Freeze Frame (rangka es)

Suhu di Uranus bisa mencapai di bawah minus 300 derajat Fahrenheit (89 Kelvin). Uranus memiliki rotasi 17 jam namun revolusi yang mencapai 84 tahun menyebabkan musim ekstrim akan lama berganti. Kadang-kadang kondisinya bisa begitu dingin sehingga gas metana di atmosfer mengembun menjadi metana kristal-awan.

Close Encounter (Tabrakan Badai Terbesar)

Dua bintik bulatan di planet jupiter diatas adalah badai yang sedang mengamuk di planet tersebut. Dari ukuran badainya saja dapat kita ketahui. Yang besar dinamakan the great Red Spot, badai yang lebih dari dua kali lipat lebar Bumi dengan 350-mph ((563 kph) angin dan yang kecil (badai) di namakan Red Jr. Walaupun tidak sepenuhnya dipahami, para ilmuwan berpikir warna merah berkorelasi dengan intensitas badai-angin lalu membangkitkan senyawa kimia dari bawah awan dan mengangkat mereka ke tempat yang tinggi, ditambah sinar ultraviolet sehingga menghasilkan rona bata.

Dust Buster (Pelebur Debu)

Mars diketahui telah menghempaskan badai debu yang melanda seluruh belahan mars. Debu berwarna karat ini dapat tertiup dengan kecepatan 60-100 mph (97-161 kilometer) per jam, yang berlangsung selama berminggu-minggu.  Begitu dimulai, kabut tak tertembus ini dapat menyelimuti lebih dari separuh planet, meningkatkan suhu 30 derajat Celcius di belahan mars.

Iron rain (Hujan Besi)

Disebut "bintang gagal", planet brown dwarf ini adalah planet yang baru ditemukan di tata surya kita. Warna cokelat menandakan bahwa planet ini memiliki unsur ferum (besi) yang tinggi. Planet ini memiliki badai seperti yang ada di jupiter dan menghempaskan besi-besi ke permukaan nya. Brown dwarf ini semakin dingin dari waktu ke waktu, molekul gas mengembun menjadi cairan besi-besi awan dan hujan. Dengan pendinginan lebih lanjut, badai besar menyapu menjauh awan, membiarkan cahaya inframerah terang tersebar ke luar angkasa.

Thursday, 23 August 2012

Kalender Astronomi 2012

Januari

04 Januari 2012: Puncak Hujan Meteor Quadrantids
Pada 28 Desember 2011 hingga 12 Januari 2012 Bumi akan melintasi daerah puing-puing asteroid 2003 EH1 yang mengakibatkan terjadinya hujan meteor Quadrantids. Pada puncaknya diperkirakan 120 meteor akan jatuh tiap jamnya dengan radian rasi Bootes di timur laut waktu dini hari.
05 Januari 2012: Bumi di Perihelion ; Dalam orbit berbentuk elips, Bumi akan berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari sejauh 0.9833 AU.
09 Januari 2012: Bulan Purnama
23 Januari 2012: Bulan Baru   

 

Februari

08 Februari 2012: Bulan Purnama
22 Februari 2012: Bulan Baru


Maret

04 Maret 2012: Oposisi Mars
Suatu konfigurasi dimana Matahari-Bumi-Mars akan berurut yang juga berarti Mars akan berada pada jarak terdekatnya (0.6741 AU) dari Bumi. Oleh karena itu saat ini adalah waktu terbaik mengamati planet “kemerah-merahan” Mars dengan atau tanpa alat bantu. Jika diamati dengan mata telanjang, Mars akan terlihat seperti bintang merah terang yang terlihat sepanjang malam.
05 Maret 2012: Merkurius Elongasi Timur : Merkurius dengan ketinggian 18.2° teramati pada langit sebelah barat saat Matahari terbenam.
08 Maret 2012: Bulan Purnama
14 Maret 2012: Konjungsi Venus dan Jupiter
Bagaimana jika 2 planet yang sama-sama terlihat bagai bintang putih terang berdampingan di langit barat waktu Matahari terbenam? Nantikan konjungsi Venus dan Jupiter yang berjarak hanya 3°.
20 Maret 2012: Maret Equinox
Matahari akan bersinar tepat di perpotongan ekliptik dan ekuator dimana seluruh belahan Bumi akan memiliki lama waktu siang dan malam hampir sama. Hari ini juga akan menjadi awal musim semi (vernal equinox) di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim gugur (autumnal equinox) di belahan Bumi Selatan.
22 Maret 2012: Bulan Baru
27 Maret 2012: Venus Elongasi Timur
Langit senja akan dihiasi oleh Venus sang bintang kejora dengan ketinggian 46° dari horison barat tepat ketika Matahari terbenam

 

April

07 April 2012: Bulan Purnama
16 April 2012: Saturnus Oposisi
Saturnus akan terlihat bagai bintang putih terang yang terlihat sepanjang malam pada jarak terdekatnya (8.7196 AU) dari Bumi. Karenanya saat ini lah waktu terbaik mengamati Saturnus dengan atau tanpa alat bantu.
18 April 2012: Merkurius Elongasi Barat
Merkurius nampak di langit timur saat matahari terbit dengan ketinggian 27.5°.
21 April 2012: Bulan Baru
22 April 2012: Hujan Meteor Lyrids
Serpihan-serpihan kecil dari komet Thatcher akan menghujam Bumi dari arah rasi Lyra di langit utara sejak 16 sampai 26 April. Ketika puncaknya nanti 22 April 2012, diperkirakan akan ada 20-an meteor yang melintas tiap jamnya. Pengamatan meteor Lyrids kali ini akan didukung langit yang gelap karena Bulan sedang dalam fase bulan baru.

 

Mei

05 Mei 2012: Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids
Meteor yang berasal dari serpihan komet Halley akan terlihat antara tanggal 19 April hingga 28 Mei. Sekitar 60 meteor tiap jamnya akan berjatuhan ketika puncaknya. Sayangnya langit yang terang benderang karena Bulan purnama akan membuat meteor “Malu-malu” untuk dilihat.
06 Mei 2012: Bulan Purnama
21 Mei 2012: Bulan Baru
21 Mei 2012: Gerhana Matahari Sebagian
Suatu peristiwa dimana sebagian piringan Bulan akan menutupi sebagian piringan Matahari, sehingga Matahari akan terlihat sabit. Gerhana melintas Cina selatan, ke timur melalui Jepang, Samudera Pasifik bagian utara, dan ke Amerika Serikat bagian barat.
28 Mei 2012: Istiwa’ Adhom
Peristiwa dimana Matahari transit atau tepat berada di atas ka’bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim. Peristiwa ini akan terulang pada tanggal 16 Juli 2012.

 

Juni

04 Juni 2012: Gerhana Bulan Sebagian
Sepertiga wajah Bulan akan tertutupi bayangan umbra Bumi pada pukul 16:03 WIB. Peristiwa Gerhana Bulan Sebagian ini akan terlihat di sebagian besar Asia, Australia, Samudra Pasifik, dan Amerika. (NASA Map and Eclipse Information)
04 Juni 2012: Bulan Purnama
06 Juni 2012: Transit Venus
Suatu kejadian langka dimana Venus melintas di depan piringan Matahari. Teramati dari Pasifik barat, timur Asia dan Australia timur pukul 08:28 WIB. Kejadian ini terakhir teramati pada 8 Juni 2004 dan baru akan terjadi lagi pada 11 Desember 2117. Pengamatannya diharuskan menggunakan alat bantu seperti teleskop berfilter.
19 Juni 2012: Bulan Baru
21 Juni 2012: Solstice Juni
Kutub Utara Bumi akan mengarah ke Matahari dengan posisi paling Utara di langit sehingga Matahari berada pada titik balik utara (Tropic of Cancer) dengan deklinasi +23,44°. Peristiwa ini menandai awal musim panas di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim dingin di belahan Bumi Selatan.

 

Juli

01 Juli 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius akan menghiasi langit senja dengan ketinggian 25.7° di ufuk barat.
04 Juli 2012: Bulan Purnama
05 Juli 2012: Bumi di Aphelion
Kebalikan dari perihelion, dimana Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari terhitung 1.0167 AU.
16 Juli 2012: Istiwa’ Adhom
Kali kedua dalam tahun ini dimana Matahari transit atau tepat berada di atas ka’bah. Peristiwa ini dapat difungsikan untuk meluruskan arah kiblat bagi kaum muslim.
19 Juli 2012: Bulan Baru
28 Juli 2012: Puncak Hujan Meteor Southern Delta Aquarids
Kali ini rasi Aquarius menjadi radian hujan meteor yang berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungrazing sejak 18 Juli hingga 18 Agustus. Cukup arahkan kedua mata ke langit timur waktu dini hari, 20 an meteor tiap jam diperkirakan terlihat pada puncaknya.

 

Agustus

02 Agustus 2012: Bulan Purnama
12 Agustus 2012: Okultasi Jupiter
Bagaimana jika Jupiter tertutupi oleh piringan Bulan untuk sejenak? Jangan lewatkan “Gerhana” Jupiter yang dapat teramati di seluruh Indonesia.
12 Agustus 2012: Puncak Hujan Meteor Perseids
Sejak 17 Juli hingga 24 Agustus sebelum fajar, rasi Perseus di langit utara menjadi pusat hujan meteor yang berasal dari serpihan komet Swift-Tuttle. Sekitar 90 meteor tiap jam diperkirakan akan melintas di langit gelap berhias Bulan sabit tatkala puncaknya selepas tengah malam hingga fajar tiba.
15 Agustus 2012: Venus Elongasi Barat
Nikmati pemandangan matahari terbit dihiasi Venus sang bintang kejora setinggi 45.8° di langit timur.
16 Agustus 2012: Merkurius Elongasi Barat
Seakan menemani Venus, Merkurius juga akan berelongasi barat dan terlihat di langit timur ketika matahari terbit dengan ketinggian 18.7°.
17 Agustus 2012: Bulan Baru
24 Agustus 2012: Oposisi Neptunus
Neptunus akan berada pada jarak terdekatnya (28.9840 AU) dari Bumi. Meski akan lebih terang di banding biasanya, namun tetap dibutuhkan alat bantu seperti teleskop untuk mengamati.
31 Agustus 2012: Bulan Purnama

 

September

16 September 2012: Bulan Baru
22 September 2012: Equinox September
Matahari akan bersinar tepat di perpotongan ekliptik dan ekuator. Kala itu lama waktu siang dan malam dalam waktu di seluruh dunia yang hampir sama. Hari ini juga akan menjadi awal musim gugur (autumnal equinox) di belahan Bumi Utara dan menjadi awal musim semi (vernal equinox) di belahan Bumi Selatan.
29 September 2012: Oposisi Uranus
Uranus berada pada titik terdekatnya (19.0614 AU) dari Bumi. Meski sangat redup, Uranus masih mungkin diamati tanpa alat bantu dengan langit yang sangat gelap.
30 September 2012: Bulan Purnama

 

Oktober

15 Oktober 2012: Bulan Baru
21 Oktober 2012: Puncak Hujan Meteor Orionids
Rasi Orion sang pemburu akan menjadi radian dari meteor Orionids sejak 15 hingga 29 Oktober. Berasal dari serpihan komet Halley, sekitar 20 meteor akan menghiasi langit pada puncaknya. Bulan fase kuartir awal memberi kesempatan untuk dilakukannya pengamatan lepas tengah malam.
27 Oktober 2012: Merkurius Elongasi Timur
Merkurius dengan tinggi 24.1° dari horison barat akan terlihat ketika Matahari terbenam.
30 Oktober 2012: Bulan Purnama

 

November

14 November 2012: Bulan Baru
14 November 2012: Gerhana Matahari Total
Ketika Matahari-Bulan-Bumi berada dalam satu garis lurus dan piringan Bulan lebih besar dari piringan Matahari, terjadilah suatu peristiwa Gerhana Matahari Total. Di akhir tahun 2012, peristiwa tersebut akan teramati di bagian utara Australia dan Samudra Pasifik bagian selatan dengan waktu puncaknya pada 05:12 WIB.
17 November 2012: Puncak Hujan Meteor Leonids
Dini hari diarah langit timur sekitar rasi Leo terbentang puing-puing komet 55p/Tempel-Tuttle sejak 6 hingga 30 November. Kemudian puing-puing tersebut akan menghujam Bumi sebagai meteor sebanyak 15 an meteor tiap jam waktu puncaknya.
28 November 2012: Gerhana Bulan Penumbral
Seluruh bagian Bulan akan berada dalam bayangan penumbra Bumi pukul 21:32 WIB. Ketika itu Bulan akan terlihat sedikit meredup seakan tidak terjadi gerhana. Gerhana kali ini akan terlihat di sebagian besar Eropa, Timur Afrika, Asia, Australia, Samudra Pasifik, dan Amerika Utara. (NASA Map and Eclipse Information)
28 November 2012: Bulan Purnama

 

Desember

03 Desember 2012: Oposisi Jupiter
Planet termasif di tata surya akan berada pada jarat terdekat (4.0689 AU) dari Bumi. Saat ini lah waktu yang paling tepat mengamati Jupiter dengan atau tanpa alat bantu. Jika dilihat langsung, Jupiter akan terlihat sebagai bintang putih terang yang menghiasi langit sepanjang malam.
05 Desember 2012: Merkurius Elongasi Barat
Ketika Matahari terbit, Merkurius akan menghiasi langit timur dengan ketinggian 20.6°.
13 Desember 2012: Bulan Baru
14 Desember 2012: Puncak Hujan Meteor Geminids
Dengan hipotesis bahwa asteroids 3200 Phaethon mengemisikan debu ketika mengorbit Matahari, terjadilah hujan meteor Geminids sejak 7 hingga 17 Desember. Dari rasi Gemini, diperkirakan akan melintas 120 meteor tiap jam saat puncaknya. Fase Bulan baru kian mendukung pengamatan dengan langit yang gelap tahun ini.
21 Desember 2012: Solstice Desember
Kutub Selatan Bumi akan condong ke arah Matahari sehingga Matahari berada pada titik balik selatan (Tropic of Capricorn) dengan deklinasi -23,44°. Peristiwa ini menandai awal musim dingin (winter solstice) di belahan Bumi Utara dan awal musim panas (summer solstice) di belahan Bumi Selatan.
28 Desember 2012: Bulan Purnama


Catatan:
  1. Tulisan berwarna hitam : Peristiwa tersebut bisa diamati di Indonesia tanpa alat bantu apapun
  2. Tulisan berwarna merah : Peristiwa tersebut tidak dapat diamati di Indonesia.
  3. Tulisan berwarna Orange : Peristiwa tersebut  tidak dapat diamati dengan mata langsung, sehingga diperlukan alat bantu seperti teleskop atau binokuler.