Tuesday, 2 October 2012

Mukijizat Djikir terhadap Otak Manusia

Otak adalah aktivitas bio-elektrik yang melibatkan sekumpulan saraf yang berfungsi melakukan tugas-tugas tertentu untuk menjadikan ia berfungsi dengan sempurna. Setiap hari ada 14 juta saraf  yang terbentuk dalam otak yang berinteraksi dengan 16 juta saraf pada bagian tubuh yang lain. Semua aktivitas yang kita lakukan dan pemahaman atau ilmu yang kita peroleh adalah akibat dari aliran interaksi bio-elektrik yang tidak terbatas. Karenanya, bila seseorang itu berzikir dengan mengulangi kalimat-kalimat Allah seperti subhanallah, beberapa bagian otak yang terlibat menjadi aktif. Ini menyebabkan terjadinya aliran bio-elektrik di wilayah-wilayakh saraf otak tersebut.

Bila zikir itu berulang-ulang kali, aktivitas saraf menjadi bertambah aktif dan turut menambah tenaga bio-elektrik. Lama-kelamaan kumpulan saraf yang sangat aktif ini mempengaruhi kumpulan saraf yang lain untuk turut aktif bersama. Dengan demikian, otak menjadi aktif secara kesluruhan. Otak mulai memahami perkara baru, melihat dari perspektif berbeda dan semakin kreatif dan kritis, sedangkan sebelum berzikir tidak demikian. Otak yang segar dan cerdas secara tidak langsung mempengaruhi hati untuk melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.

Hasil penelitian laboratorium yang dilakukan terhadap manusia seperti yang dipublikasikan dalam majalah Scientific American, edaran Disember, 1993. Satu penelitian yang dilakukan di Universitas Washington di mana ujian ini dilakukan melalui ujian imbasan PET yang mengukur kadar aktivitas otak manusia secara tidak sadar. Dalam penelitian ini, relawan diberikan satu lembar daftar benda-benda. Mereka diminta membaca daftar tersebut satu-persatu dan mengaitkan perkataan dengan katakerja yang berkaitan.

Apabila relawan melakukan tugas mereka, beberapa bagian berbeda otak menunjukkan peningkatan akitivitas saraf termasuk di bagian depan otak dan korteks. Menariknya, bila relawan mengulang membaca daftar perkataan yang sama berulang-ulang kali, aktivitas saraf otak menyebar kekawasan lain dan mengaktifkan kawasan saraf lain. Apabila daftar perkataan baru diberikan kepada mereka, aktiviti saraf kembali meningkat di kawasan pertama. Ini sekaligus membuktikan menurut pengetahuan bahwa perkataan yang diulang-ulang seperti perbuatan zikir terbukti meningkatkan kecerdasan otak dan menambah kemampuannya.

Oleh itu, saudara-saudara seIslam, ketika peneliti barat baru menemui mukjizat ini, kita umat Islam sebagai umat terpilih ini telah lama mengamalkannya dan menerima manfaatnya. Malang bagi mereka yang masih memandang remeh tentang kepentingan berzikir dan secara nyata mengabaikannya.

Tips Merawat Kacamata

Kacamata bukanlah sesuatu yang asing bagi kita semua. Tips penjagaan kacamata perlu diketahui oleh semua pengguna kacamata tidak peduli pengguna baru ataupun lama. Dengan penjagaan yang baik, usia kacamata mampu bertahan lama. Jadi tidaklah asyik harus tukar kacamata baru saja.
  1. Gunakan bekas kaca mata dengan ukuran yang sesuai, yaitu dari segi panjang, tinggi dan lebar. Bekas yang terlalu kecil akan merusakkan lensa dan bingkai. Sentiasa bungkus kaca mata dengan kain pembersih lensa sebelum menggunakan  kaca mata  agar lensa sentiasa dalam keadaan baik.
  2. Bingkai, lensa, pad hidung dan benang nilon mungkin akan terlihat sedikit buruk karena sering digunakan. Rutinlah melakukan pemeriksaan ke pakar optik setidaknya sekali dalam setahun untuk memeriksa kaca mata anda untuk menentukan bagian mana yang perlu diganti.
  3. Kaca mata tidak berbingkai lebih mudah patah dibanding kaca mata berbingkai keluli. Jangan coba memperbaiki kaca mata anda untuk menutupi kerusakan pada lensa atau bingkai.
  4. Jangan sesekali mengubah bentuk, memperbaiki atau mengubah bentuk kaca mata anda. Ini akan merusakkan bingkai. Bingkai kaca mata yang salah kedudukan akan menyakitkan hidung dan telinga atau bingkai tiba-tiba terjatuh. Lensa juga mungkin akan jatuh dari bingkai.
  5. Jangan mengelap kaca mata saat kering. Biasakan mencelup lensa ke dalam air untuk menghilangkan debu yang bisa menyebabkan lensa tergores. Basuh bingkai dan lensa sekerap mungkin dengan sabun lembut dan air mengalir bersih untuk menghilangkan minyak dan kotoran.
  6. Jangan coba membuka kaca mata anda menggunakan sebelah tangan. Ini mungkin akan menyebabkan kaca mata menjadi longgar atau patah. Selalu gunakan kedua tangan untuk menghindari kerusakan pada bingkai dan lensa.
  7. Pegang kaca mata dengan cermat sewaktu membersihkan lensa dengan memegang bingkainya. Gunakan tisu lensa atau kain yang sesuai agar lensa tidak rusak.
  8. Jangan meletakkan kaca mata diatas permukaan yang kasar karena lensa akan tergesek pada bagian permukaan dan menyebabkan ia terrgores.
  9. Jangan biarkan kaca mata di dalam mobil dan terkena lansung cahaya matahari.
  10. Jangan pakai kaca mata sewaktu di dalam sauna atau mandi uap.
  11. Hindarilah udara panas seperti dekat dengan air panas yang sedang mendidih.

Pintu Neraka dan Keberadaannya

Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah saw: “Mengapa aku melihat kau berubah muka?” Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh agar dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka- suka sebelum ia merasa aman daripadanya”.

Lalu Rasullulah saw bersabda:
“Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam”. Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama 1000 tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun sehingga putih, kemudian 1000 tahun sehingga hitam, lalu menjadi hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar semua penduduk dunia karena panasnya. Demi Allah, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.

Demi Allah, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ke 7. Demi Allah, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur karena panasnya. Jahannam itu sangat dalam, perhiasannya besi dan minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya adalah potongan- potongan api. Api neraka itu ada 7 pintu, jarak antar pintu sejauh 70 tahun, dan tiap pintu panasnya 70 kali dari pintu yg lain”.
MasyaAllah…

Dikatakan dalam Hadith Qudsi: ‘Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahariKu. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu: mempunyai 7 tingkat.

Setiap tingkat mempunyai 70.000 daerah.
Setiap daerah mempunyai 70.000 kampung.
Setiap kampung mempunyai 70.000 rumah.
Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik.
Setiap bilik mempunyai 70.000 kotak.
Setiap kotak mempunyai 70.000 batang pokok zaqqum.
Di bawah setiap pokok zaqqum mempunyai 70.000 ekor ular.
Di dalam mulut setiap ular yang panjangnya 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Dan di bawah setiap pokok zaqqum terdapat 70.000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat’.


‘Api yang ada sekarang ini, yang digunakan bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam’ (HR. Bukhari-Muslim). “Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka akan mendengar kegeraman dan suara nyalanya”. (QS. Al-Furqan: 11).

“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah lantaran marah”.
(QS. Al-Mulk: 7). Air di jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak), anginnya adalah samum (angin yang amat panas), sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang sangat panas). (Lihat QS. Al-Waqi’ah: 41-44).

Rasulullah SAW meminta Jibril untuk menjelaskan satu per satu mengenai pintu-pintu neraka tersebut.

“Pintu pertama dinamakan Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), yang diperuntukkan bagi kaum munafik dan kafir.
Pintu ke 2 dinamakan Jahim, yang diperuntukkan bagi kaum musyrikin.
Pintu ke 3 dinamakan Saqar, yang diperuntukkan bagi kaum shobiin atau penyembah api.
Pintu ke 4 dinamakan Ladha, diperuntukkan bagi iblis dan para pengikutnya.
Pintu ke 5 dinamakan Huthomah (artinya: menghancurkan hingga berkeping-keping), diperuntukkan bagi kaum Yahudi.
Pintu ke 6 dinamakan Sa’ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), diperuntukkan bagi kaum kafir.

Rasulullah bertanya: “Bagaimana dengan pintu ke 7.?” Sejenak Malaikat Jibril seperti ragu untuk menyampaikan siapa yang akan menghuni pintu ketujuh. Akan tetapi Rasulullah SAW mendesaknya sehingga akhirnya Malaikat Jibril mengatakan, “Pintu ke 7 diperuntukkan bagi umatmu yang berdosa besar dan meninggal sebelum mereka mengucapkan kata taubat”.

Mendengar penjelasan yang mengagetkan itu, Rasulullah SAW pun langsung pingsan, Jibril lalu meletakkan kepala Rosulullah saw di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar beliau bersabda: “Ya Jibril, sungguh besar kerisauan dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umat ku yang akan masuk ke dalam neraka?” Jawabnya: “Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari umatmu.”

Nabi Muhammad lalu menangis, Jibrail pun ikut menangis. Kemudian nabi saw langsung masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang. Setelah kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan ketika sholat beliau pun menangis dengan tangisan yang sangat memilukan. Karena tangisannya ini, semua sahabat ikut menangis, kemudian mereka bertanya: “Mengapa beliau begitu berduka?” Namun beliau tidak menjawab.

Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat beliau karena tangisan yang tiada henti. Wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung. Sebagaimana yang diceritakan oleh Kasyfi, bahwa Bumi tempat beliau duduk telah basah dengan air mata. Sayyidah Fathimah as berkata kepada ayahnya, semoga hidupku menjadi tebusanmu, “Mengapa Ayahanda menangis?”

Nabi saw menjawab: “Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis.? Karena sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan kondisi neraka. Neraka itu mempunyai 7 pintu, dan pintu- pintunya mempunyai 70.000 celah api. Pada setiap celah ada 70.000 peti mati dari api, dan setiap peti berisi 70.000 jenis azab”.

Setelah mendengar ucapan tsb, para sahabat Nabi menangis dan meratap, “Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit”. Sementara sebagian lagi menangis dan meratap, “Seandainya ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar tentang azab ini”. Ammar bin Yasir berkata, “Andaikan aku seekor burung, tentu aku tidak akan ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab”. Bilal yang tidak hadir di sana datang kepada Salman dan bertanya sebab- sebab duka cita itu. Salman menjawab: “Celakalah engkau dan aku, Sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini dan kita akan diberi makan dengan zaqqum (pohon beracun di Neraka).

MasyaAllah.. Sungguh dialog yang sangat mengerikan. Para sahabat meratap dan menangis, bahkan Nabi dan malaikat Jibril pun menangis saat mengetahui tentang dasyatnya siksa di neraka.

Monday, 1 October 2012

Keluarga yang tinggal di Rumah Gua Modern

Manusia tinggal di dalam gua sudah ada sejak zaman dahulu kala. Tetapi zaman sekarang pun masih ada yang sanggup tinggal di dalam gua. Seperti kelurga The Sleeper ini, Curtis, Deborah dan 3 orang anaknya tinggal di dalam gua tetapi di dalam keadaan serba modern dan lengkap. Gua yang terletak di Missouri ini mempunyai ruang tinggal 17, 000 kaki persegi luasnya.








Lampu Lalu Lintas di Jalan Tersempit

Pernahkah anda membayangkan ada jalan seperti ini dinegara kita yang memiliki lampu lalu lintas untuk pejalan kaki? Menggelikan, bukan? Inilah namanya kalau pembangunan tidak dimeratakan, tempat yang seharusnya merupakan jalan umum malah dijadikan bangunan.




Kesalahan Pelamar Kerja dalam membuat CV

Curriculum vitae adalah representasi diri. Tetapi para lulusan baru sering mengirim CV yang bikin geleng-geleng kepala. Karena kurang referensi, mereka kerap melakukan kesalahan yang tidak disadari. Memang tidak mutlak membuat mereka ditolak, tetapi memperkecil peluang diterima. Nah, jika Anda seorang lulusan baru yang sedang berburu kerja dan tidak kunjung mendapat panggilan, jangan-jangan Anda melakukan beberapa kesalahan ini.

Foto

Jika perusahaan mensyaratkan foto dalam lamaran kerja, pilihlah foto yang membuat Anda terlihat profesional. Jangan pakai foto yang diambil dari Facebook hanya karena Anda tampil menarik (atau seksi). Bagaimana Anda mau dianggap serius bila foto yang dilampirkan terlihat main-main dan hasil crop? Umumnya perekrut lebih menyukai foto yang simpel. Pergilah ke studio foto dan bikin satu foto yang bagus – untuk investasi Anda ketika melamar pekerjaan.

Alamat email

Hmm, alamat email seperti inacuantixxbanget@yahoo.com atau romisayangchika@ymail.com sepertinya kurang menarik jika dipajang di CV. Anda kan sedang melamar pekerjaan di suatu perusahaan jadi sebaiknya hindari alamat email yang terlalu personal. Buatlah satu akun email dengan nama asli Anda untuk keperluan resmi. Jangan sampai Anda kalah bersaing dengan pelamar lainnya hanya karena alamat email Anda menggelikan.

Informasi yang tepat

Jangan kirim CV yang persis sama ke semua perusahaan. Usahakan “jahit” terlebih dahulu setiap kali Anda melamar. Beri penekanan pada prestasi atau keahlian yang relevan dengan posisi incaran. Tidak perlu mencantumkan prestasi “pemenang lomba karaoke” bila memang posisi yang Anda inginkan tidak membutuhkan keahlian bernyanyi. Informasi pendidikan juga cukup dimulai dari SMA saja, tidak perlu taman bermain dan TK. Intinya, tekankan pada informasi yang bisa menunjukkan Anda orang yang tepat untuk posisi ini.

Terlalu panjang

Pihak perekrut akan menerima setumpuk lamaran, jadi satu menit pertama amat menentukan. Jangan buang waktunya sia-sia dengan membeberkan prestasi Anda dari sejak TK. Buatlah kesan yang baik di surat lamaran sehingga mereka mau membaca hingga habis. Anda boleh menyertakan alamat LinkedIn atau blog yang berisi portofolio bila diperlukan. Tetapi apa pun yang terjadi, jangan pernah meminta perekrut untuk mendownload sendiri CV Anda dari Internet. Tidak semua kantor punya koneksi bagus.

Email kosong

Mentang-mentang CV tersimpan di telepon seluler, maka begitu melihat suatu lowongan Anda langsung mengirimkannya tanpa berusaha membuat surat lamaran. Mau tahu kesan yang muncul begitu membaca email kosong seperti ini? Pelamar adalah seseorang yang malas. Pelamar hanya secara acak mengirim CV ke kanan-kiri tanpa usaha lebih untuk membuat surat lamaran yang menarik.

Jiplakan

Yep, para perekrut sudah sering membaca bertumpuk CV jadi mereka bisa mengenali mana yang jiplakan dan bukan. Usahakanlah membuat surat lamaran dengan kalimat orisinal untuk meningkatkan kemungkinan Anda diterima. Kalaupun belum memiliki pengalaman, Anda bisa menceritakan poin kekuatan Anda yang cocok untuk pekerjaan yang diincar. Tak perlu membuat surat lamaran yang terlalu panjang. Fokus pada kekuatan Anda dan tentunya jangan lupa mencantumkan informasi kontak agar mudah dihubungi.[yahoonews]

Kekeliruan dan Makna Sebenarnya dibalik Kata "Insya Allah"

Apabila seseorang berkeinginan sesuatu terhadap kita, apakah kita sudah terbiasa mengucapkan kalimat Insya Allah? Sebagai contoh, seorang sahabat kita bakal melangsungkan pernikahan dan menjemput kita, kita melafazkan kalimat Insya Allah, tetapi lafaz itu seolah-olah diragui oleh sahabat kita. Mengapa ini terjadi? Adakah lafaz ini bukan bermakna berjanji? Ikuti ulasan di bawah ini. Jika kita amati ayat-ayat Al-Qur’an, ternyata kalimat insya Allah telah digunakan oleh nabi-nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad Saw.

Saat Nabi Ibrahim menyampaikan perintah Allah untuk menyembelih Nabi Ismail, anak yang saleh ini berkata: “Wahai Ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang bersabar.” (Qs Al-Saffat ayat 102).

Begitu juga ucapan Nabi Musa saat beliau berjanji kepada Nabi Khidir untuk patuh kepada semua arahannya sepanjang perjalanan menuntut ilmu. Nabi Musa berkata:

“Insya Allah engkau akan mendapatiku sebagai orang yang bersabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun.” (Qs Al-Kahfi ayat 69).

Kalimat ini kemudiannya diwariskan kepada Nabi Muhammad Saw. Allah memerintahkan Beliau untuk selalu mengucapkan insya Allah setiapkali berjanji akan melakukan sesuatu di masa depan.

Allah berfirman: “Dan jangan sekali-kali engkau (Muhammad) mengatakan: ‘Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini esok’, kecuali (dengan menyebut): insya Allah…” (Qs Al-Kahfi ayat 23-24)

Menurut Ibn Jarir Al-Tabari, ayat ini berisi pengajaran adab untuk Nabi Saw. Beliau dilarang untuk memastikan apa yang akan terjadi di masa  depan melainkan dengan menyandarkannya kepada kehendak Allah. Sebab segala sesuatu hanya bisa terjadi jika dikehendaki oleh Allah Swt. Ajaran ini tentu saja bukan hanya untuk Beliau saja. Akan tetapi, adab ini juga berlaku untuk seluruh umat Beliau hingga akhir zaman. Seorang mukmin yang menyadari hakikat dirinya sebagai hamba yang lemah tidak pernah berjanji melainkan dengan menyebut insya Allah.

Makna insya Allah

Jadi, kita bisa melihat bahwa kalimat insya Allah merupakan sunnah nabi-nabi terdahulu yang diwariskan kepada umat Nabi Muhammad Saw. Justru, kalimat ini bukan perkara ringan, malah mengandungi makna yang sangat penting untuk disedari. Secara harfiah, kalimat insya Allah bermakna “jika Allah menghendaki”. Ucapan ini melambangkan  kesadaran hamba akan hakikat dirinya yang serba kekurangan dan jahil. Sekaligus mengiktiraf kekuasaan Allah Swt yang Maha Kuasa dalam menentukan setiap yang berlaku di alam semesta ini.

Sepandai apapun seorang manusia, ia hanya boleh merencanakan dan berharap. Allah juga yang akan menentukan apakah rencana dan harapan itu bisa terlaksana atau tidak? Ucapan insya Allah ini mencerminkan pengakuan atas kelemahan diri dan ketergantungan kepada belas kasih kepada Tuhannya agar selalu membantu dalam setiap keinginan dan niat yang datang dari diri seorang hamba. Siapa yang selalu menyadari kelemahan dirinya, Allah akan selalu hadir dalam hidupnya. Dan siapa yang merasa dirinya serba cukup dan berkuasa atas segalanya, ia akan lupa diri dan berakhir seperti Firaun dan Namruz yang mengaku diri sebagai tuhan.

Imam al-Syafi‘i berkata: “Kelemahan adalah sifat manusia yang nyata. Barangsiapa yang selalu menyadari sifat ini, dia akan mampu beristiqamah dalam beribadah kepada Allah.”
Kekeliruan

Jelaslah, ucapan insya Allah sama sekali bukan alat untuk melepaskan tanggung jawab atau alasan untuk tidak menepati janji. Sebagai seorang muslim, janji adalah hutang yang harus kita tunaikan. Ucapan ini juga bukan kalimat alternatif untuk menolak secara halus permintaan pihak yang ingin kita jaga hatinya. Sebaliknya, insya Allah lebih sesuai difahami sebagai kata-kata jaminan bahwa janji yang telah terucap akan akan terlaksana dengan baik. Sebab siapa yang berjanji dengan niat sungguh-sungguh untuk melaksanakannya, sambil menyerahkan perkara itu kepada Allah, bantuan dari Allah akan datang untuk mewujudkan janji tersebut.

Dalam hadis Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah Saw pernah bercerita: “Nabi Sulaiman bin Dawud berkata: ‘Malam ini aku akan mendatangi 90 orang isteri-isteriku. Setiap dari mereka pasti akan melahirkan seorang pejuang di jalan Allah.’

“Malaikat berkata kepadanya: ‘katakanlah insya Allah.’ Namun Nabi Sulaiman tidak mengucapkan kalimat ini. Akhirnya, tidak ada seorangpun daripada isteri-isterinya itu yang melahirkan anak. Hanya seorang isteri yang melahirkan, namun anak itu cacat dan tidak sempurna.”

Bersabda Nabi Saw: “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, andai beliau mengucapkan: insya Allah, niscaya isteri-isterinya itu akan melahirkan anak-anak yang berjuang di jalan Allah.”

Berkata Ibn Battal Al-Maliki dalam Syarh Al-Bukhari: “Hadis ini mengandungi pengajaran bahwa barangsiapa yang mengucapkan insya Allah, sambil menyadari kelemahan dirinya dan meminta bantuan dari Allah, maka besar kemungkinan ia akan memperolehi apa yang diharapkannya.

Maka menjadi kewajiban kita merubah kekeliruan ini dengan memulainya dengan diri kita. Pastikan selalu kalimat insya Allah diucapkan setiapkali berjanji. Setelah itu berusahalah dengan semua upaya untuk menepati janji itu sambil meminta bantuan daripada Allah Swt. Jika semua ini kita lakukan, maka bantuan dari Allah akan sentiasa mengalir untuk kita. Kalau bukan kita yang merubah persepsi negatif tentang Islam dan kaum muslimin, maka siapa lagi? Wallahu a’lam.