Showing posts with label Sejarah Tahun Baru. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Tahun Baru. Show all posts

Saturday, 21 January 2012

Tahun Baru Imlek dan Sejarahnya


Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun".

Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi "Tahun Tionghoa" dapat japada tahun 4707, 4706, atau 4646.

Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Macau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.

Kalender lunisolar Tionghoa menentukan tanggal Tahun Baru Imlek. Kalender tersebut juga digunakan di negara-negara yang telah mengangkat atau telah dipengaruhi oleh budaya Han (terutama di Korea, Jepang, dan Vietnam) dan mungkin memiliki asal yang serupa dengan perayaan Tahun Baru di luar Asia Timur (seperti Iran, dan pada zaman dahulu kala, daratan Bulgar).

Dalam kalender Gregorian, Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, antara tanggal 21 Januari sampai 20 Februari. Dalam kalender Tionghoa, titik balik mentari musim dingin harus terjadi di bulan 11, yang berarti Tahun Baru Imlek biasanya jatuh pada bulan baru kedua setelah titik balik mentari musim dingin (dan kadang yang ketiga jika pada tahun itu ada bulan kabisat). Di budaya tradisional di Cina, lichun adalah waktu solar yang menandai dimulainya musim semi, yang terjadi sekitar 4 Februari.

Tanggal untuk Tahun Baru Imlek dari 1996 sampai 2019 (dalam penanggalan Gregorian) dapat dilihat di tabel di atas, bersamaan dengan shio hewan untuk tahun itu dan cabang duniawinya. Bersamaan dengan daur 12-tahun masing-masing dengan shio hewan ada daur 10-tahun batang surgawi. Setiap surgawi dikaitkan dengan salah satu dari lima elemen perbintangan Cina, yaitu: Kayu, Api, Bumi, Logam, dan Air. Unsur-unsur tersebut diputar setiap dua tahun sekali sementara perkaitan yin dan yang silih berganti setiap tahun. Unsur-unsur tersbut dengan itu dibedakan menjadi: Kayu Yang, Kayu Yin, Api Yang, Api Yin, dan seterusnya. Hal ini menghasilkan sebuah daur gabungan yang berulang setiap 60 tahun. Sebagai contoh, tahun dari Tikus Api Yang terjadi pada 1936 dan pada tahun 1996.

Banyak orang mengacaukan tahun kelahiran Tionghoa dengan tahun kelahiran Gregorian mereka. Karena Tahun Baru Imlek dapat dimulai pada akhir Januari sampai pertengahan Februari, tahun Tionghoa dari 1 Januari sampai hari imlek pada tahun baru Gregorian tetap tidak berubah dari tahun sebelumnya. Sebagai contoh, tahun ular 1989 mulai pada 6 Februari 1989. Tahun 1990 dianggap oleh beberapa orang sebagai tahun kuda. Namun, tahun ular 1989 secara resmi berakhir pada 26 Januari 1990. Ini berarti bahwa barang siapa yang lahir dari 1 Januari ke 25 Januari 1990 sebenarnya lahir pada tahun ular alih-alih tahun kuda.

Sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan permulaan sesuatu tahun masih belum jelas. Ada kemungkinan bahwa awal tahun bermula pada bulan 1 semasa Dinasti Xia, bulan 12 semasa Dinasti Shang, dan bulan 11 semasa Dinasti Zhou di China. Bulan kabisat yang dipakai untuk memastikan kalendar Tionghoa sejalan dengan edaran mengelilingi matahari, selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang (menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima Qian). Kaisar pertama China Qin Shi Huang menukar dan menetapkan bahwa tahun tionghoa berawal di bulan 10 pada 221 SM. Pada 104 SM, Kaisar Wu yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang.

Menurut legenda, dahulu kala, Nián (年) adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri merka, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. DIpercaya bahwa melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil Panen. Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. 

Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kerta merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengurisan Nian ini kemudian berkempang menjadi perayaan Tahun Baru. Guò nián (Hanzi tradisional: 過年; bahasa Tionghoa: 过年), yang berarti "menyambut tahun baru", secara harafiah berarti "mengusir Nian". Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa. Nian pada akhirnya ditangkap oleh 鸿钧老祖 atau 鸿钧天尊Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan Nian kemudian menjadi kendaraan Honjun Laozu.

Sekitar masa tahun baru orang-orang memberi selamat satu sama lain dengan kalimat:
Aksara Tionghoa Sederhana: 恭喜发财 - Aksara Tionghoa Tradisional: 恭喜發財 = "selamat dan semoga banyak rejeki", dibaca:
  • "Gōngxǐ fācái" (bahasa Mandarin)
  • "Kung hei fat choi" (bahasa Kantonis)
  • "Kiong hi huat cai" (bahasa Hokkien)
  • "Kiong hi fat choi" {bahasa Hakka)
  • "Xīnnián kuàilè" (新年快樂) = "Selamat Tahun Baru" (bahasa Indonesia)

Kebiasaan Umun di Tahun Baru Imlek


Imlek sama halnya dengan tahun baru masehi atau tahun baru hijriah umat Islam. Tahun baru Tionghoa ini dirayakan setiap tahunnya, sesuai dengan perhitungan tahun China. Dalam perayaan Imlek ini, rakyat Tionghoa mempunyai tradisi uniknya sendiri. Mau tau tradisi-tradisi unik seperti apa yang biasa mereka lakukan?

Membersihkan Rumah Sebelum Imlek Tiba
Sebelum hari tahun baru Imlek tiba, dikenal tradisi membersihkan rumah. Sangat penting untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan bersih. Apa sih maknanya? Tradisi ini merupakan lambang keyakinan bahwa rumah akan bersih dari keburukan dan siap menerima keberuntungan di tahun yang baru.

Mendekorasi Ulang Rumah
Selain dibersihkan, rumah juga didekorasi menjelang Imlek. Pintu dan jendela di cat ulang, serta ditempeli kertas yang bertuliskan kalimat atau kata-kata baik. Dekorasi biasanya dominan menggunakan warna merah, yang bagi etnis Tionghoa melambangkan sesuatu yang sejahtera dan kuat, serta membawa keberuntungan.

Pakaian dan Sepatu Baru
Tradisi menjelang Imlek lainnya adalah membeli pakaian dan juga sepatu baru, serta menggunting rambut. Pakaian baru yang dikenakan pada hari Imlek biasanya berwarna merah atau warna terang lainnya. Apa maksudnya? Warga Tionghoa percaya pentingnya penampilan dan sikap baru yang optimis menghadapi masa depan. Harapannya, masa depan tetap terang dengan kamakmuran dan rizki

Melunasi atau Mengurangi Hutang
Menjelang tahun baru, warga Tionghoa melunasi atau mengurangi jumlah hutang sebagai salah satu tradisi. Harapannya, pada tahun selanjutnya tidak terbebani dengan hutang.

Angpao
Makna tradisi membagikan angpao pada saat Imlek ini adalah berkaitan dengan transfer energi dan kesejahteraan. Orang yang sudah berkeluarga memberikan rizki kepada orang tua dan anak-anaknya. Begitu juga orang yang cukup mampu, harus berbagi rizki dengan yang tidak mampu.

Liong/Naga dan Barongsai
Tradisi ini adalah tradisi wajib pada perayaan Imlek. Dalam kepercayaan warga Tionghoa, Liong dan Barongsai merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan. Pertunjukan tarian singa dan naga ini dipercaya bisa membawa hoki.

Menyajikan dan Makan Makanan Khusus
Hidangan yang disajikan pada perayaan imlek biasanya minimal terdiri dari 12 macam masakan dan 12 macam kue. Ini melambangkan 12 macam Shio. Seluruh hidangan didoakan bersama-sama dengan keluarga. Masing-masing makanan memiliki makna tersendiri. Misalnya, Siu Mie melambangkan panjang umur dan kemakmuran, lapis legit melambangkan rizki berlapis-lapis, Ikan sebagai simbol air, serta Bebek atau Ayam utuh sebagai lambing untuk udara.

Pantang Makanan Bubur
Ada juga makanan yang pantang di makan saat Imlek. Warga Tionghoa biasanya pantang menyajikan dan makan bubur ketika Imlek. Bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan. Pantangan lain berkaitan dengan makanan pada perayaan Imlek adalah membalik ikan. Ikan yang dihidangkan tidak boleh dibalik posisinya. Jadi, kalaupun ingin mengambil daging pada sisi lain ikan, posisinya harus tetap dipertahankan. Ikan itu juga tidak boleh habis, melainkan disisakan untuk acara makan keesokan harinya. Ini melambangkan nilai surplus untuk tahun berikutnya.

Saturday, 31 December 2011

"Selamat Tahun Baru" dalam berbagai Bahasa

Untuk menyambut Tahun Baru 2012 pasti ada berbagai ucapan ataupun harapan yang ingin dituju pada tahun 2012. Nah, dibawah ini ada berbagai ucapan dengan bahasa yang berbeda dari seluruh dunia.

AFRIKAANS : gelukkige nuwejaar
ALBANIAN : Gëzuar vitin e ri
ALSATIAN : e glëckliches nëies / güets nëies johr
ARABIC : aam saiid / sana saiida
ARMENIAN : shnorhavor nor tari
AZERI : yeni iliniz mubarek
BAMBARA : bonne année
BASQUE : urte berri on
BELARUSIAN : З новым годам (Z novym hodam)
BENGALI : subho nababarsho
BERBER : asgwas amegas
BETI : mbembe mbu
BOBO : bonne année
BOSNIAN : sretna nova godina
BRETON : bloavezh mat / bloavez mad
BULGARIAN : честита нова година (chestita nova godina)
BURMESE : hnit thit ku mingalar pa
CANTONESE : kung hé fat tsoi
CATALAN : bon any nou
CHINESE : xin nian kuai le / xin nian hao
CORSICAN : pace e salute
CROATIAN : sretna nova godina
CZECH : šťastný nový rok
DANISH : godt nytår
DUTCH : gelukkig Nieuwjaar
ESPERANTO : felicxan novan jaron
feliæan novan jaron (Times SudEuro font)
ESTONIAN : head uut aastat
FAROESE : gott nýggjár
FINNISH : onnellista uutta vuotta
FLEMISH : gelukkig Nieuwjaar
FRENCH : bonne année
FRISIAN : lokkich neijier
FRIULAN : bon an
GALICIAN : feliz aninovo
GEORGIAN : გილოცავთ ახალ წელს (gilocavt akhal tsels)
GERMAN : ein gutes neues Jahr / prost Neujahr
GREEK : kali chronia / kali xronia
eutichismenos o kainourgios chronos (we wish you a happy new year)
GUJARATI : sal mubarak
GUARANÍ : rogüerohory año nuévo-re
HAITIAN : CREOLE bònn ané
HAWAIIAN : hauoli makahiki hou
HEBREW : shana tova
HINDI : nav varsh ki subhkamna
HMONG : nyob zoo xyoo tshiab
HUNGARIAN : boldog új évet
ICELANDIC : farsælt komandi ár
INDONESIAN : selamat tahun baru
IRISH GAELIC : ath bhliain faoi mhaise
ITALIAN : felice anno nuovo, buon anno
JAVANESE : sugeng warsa enggal
JAPANESE : akemashite omedetô
KABYLIAN : asseguèsse-ameguèsse
KANNADA : hosa varshada shubhaashayagalu
KAZAKH : zhana zhiliniz kutti bolsin
KHMER : sur sdei chhnam thmei
KIRUNDI : umwaka mwiza
KOREAN : seh heh bok mani bat uh seyo
KURDE : sala we ya nû pîroz be
LAO : sabai di pi mai
LATIN : felix sit annus novus
LATVIAN : laimīgu Jauno gadu
LIGURIAN : feliçe annu nœvu / feliçe anno nêuvo
LINGALA : bonana / mbula ya sika elamu na tonbeli yo
LITHUANIAN : laimingų Naujųjų Metų
LOW SAXON : gelükkig nyjaar
LUXEMBOURGEOIS : e gudd neit Joër
MACEDONIAN : srekna nova godina
MALAGASY : arahaba tratry ny taona
MALAY : selamat tahun baru
MALTESE: is-sena t-tajba
MAORI : kia hari te tau hou
MARATHI : navin varshaachya hardik shubbheccha
MONGOLIAN : shine jiliin bayariin mend hurgeye (Шинэ жилийн баярын мэнд хvргэе)
MORÉ : wênd na kô-d yuum-songo
NORWEGIAN : godt nyttår
OCCITAN : bon annada
PERSIAN : sâle no mobârak
POLISH : szczęśliwego nowego roku
PORTUGUESE : feliz ano novo
ROMANCHE : bun di bun onn
ROMANI bangi : vasilica baxt
ROMANIAN : un an nou fericit / la mulţi ani
RUSSIAN : С Новым Годом (S novim godom)
SAMOAN : ia manuia le tausaga fou
SANGO : nzoni fini ngou
SARDINIAN : bonu annu nou
SCOTTISH GAELIC : bliadhna mhath ur
SERBIAN : srećna nova godina
SHIMAORE : mwaha mwema
SHONA : goredzwa rakanaka
SINDHI : nain saal joon wadhayoon
SINHALA : suba aluth avuruddak vewa
SLOVAK : stastlivy novy rok
SLOVENIAN : srečno novo leto
SOBOTA : dobir leto
SPANISH : feliz año nuevo
SRANAN : wan bun nyun yari
SWAHILI : mwaka mzuri / heri ya mwaka mpya
SWEDISH : gott nytt år
SWISS-GERMAN : es guets Nöis
TAGALOG : manigong bagong taon
TAHITIAN : ia orana i te matahiti api
TAMIL : iniya puthandu nalVazhthukkal
TATAR : yaña yıl belän
TELUGU : nuthana samvathsara subhakankshalu
THAI : สวัสดีปีใหม่ (sawatdii pimaï)
TIBETAN : tashi délek
TURKISH : yeni yiliniz kutlu olsun
UDMURT : Vyľ Aren
UKRAINIAN : Z novym rokom
URDU : naya saal mubarik
UZBEK : yangi yilingiz qutlug’ bo’lsin
VIETNAMESE : Chúc Mừng Nǎm Mới / Cung Chúc Tân Niên / Cung Chúc Tân Xuân
WALOON : (“betchfessîs” spelling) bone annéye / bone annéye èt bone santéye
WELSH : blwyddyn newydd dda
WEST INDIAN CREOLE: bon lanné
WOLOF : dewenati
YIDDISH : a gut yohr

Saturday, 26 November 2011

Selamat Tahun Baru Hijriah

Ahad 27 November 2011 momentum penting bagi umat Islam. Hari itu awal penanggalan tahun hijriah, 1 Muharram 1433. Kenapa dinamakan tahun hijriah? Sebab, penetapan oleh Khalifah Umar bin Khattab, kala itu berdasarkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Yatsrib (Madinah). Peristiwa tersebut dipandang penting, karena hijrah bermakna perpindahan Nabi Muhammad saw bersama sebagian pengikut beliau dari Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dan sebagainya dari tekanan kaum kafir Quraisy di Makkah. Hijrah, juga bermakna berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari satu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan dan sebagainya). Atau perubahan (sikap, tingkah laku dan sebagainya) ke arah yang lebih baik.

Dengan demikian tahun hijriah, penanggalan dalam Islam itu berhubungan dengan hijrah atau berkenaan tarikh Islam yang dimulai dari ketika Nabi Muhammad saw bersama sebagian pengikut beliau berhijrah ke Madinah, dulu bernama Yatsrib. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa, 2008). Pergantian tahun 1432 ke 1433, jadi wahana pemantapan pemahaman ajaran Islam bagi pemeluknya. Mengambil semangat hijrah yang dilakukan Nabi Muhammad saw bersama sebagian pengikut beliau, sudah sepantasnya bangkit semangat perubahan, baik sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik lagi.

Peristiwa hijrah sebagai tonggak permulaan tarikh Islam, tadi dimaknai kepindahan Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah. Hijrah secara fisik itu, menjadi pusaka para rasul sebelum Nabi Muhammad saw, terbukti menjadi babak pendahuluan bagi kebangkitan perjuangan beliau. Secara nonfisik, hijrah bisa pula dimaknai berpindah, meninggalkan dan tidak mempedulikan lagi atau menjauhkan diri dari dosa. Semangat demikian ingin diaktualisasikan oleh muslimin dari berbagai aspek kehidupan, termasuk mengingat kembali betapa berat perjuangan Rasulullah saw pada zamannya.

Kalau begitu sudah selayaknya pula, momentum pergantian tahun ini dijadikan wahana untuk mengevaluasi berbagai tindakan selama setahun berjalan, tidak sekadar peringatan apalagi seremonial belaka. Sesuai makna hijrah secara harfiah, ingin melakukan perubahan dalam semua aspek kehidupan. Semangat hijrah Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Yatsrib, kemudian ditetapkan awal penanggalan dalam Islam oleh khalifah kedua setelah Abu Bakar [sepeninggal Rasulullah saw], Umar ibn Khattab, menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam di kurun sekarang dan generasi berikutnya.

Kendati latar belakang penetapan tahun hijriah, ingin memperkenalkan identitas keislaman [ketika itu Umar bin Khattab menerima surat jawaban atas surat khalifah sendiri yang tidak mencantumkan penanggalan], namun umat Islam dituntut melakukan perubahan dan perbaikan secara terus-menerus. Proses penetapan menanggalan dalam Islam itu, semula banyak usul yang disampaikan kepada Umar bin Khattab, misalnya ada yang menyarankan saat diangkatnya Nabi Muhammad saw menjadi Rasul, ada yang mengusulkan dari lahirnya Rasulullah saw, dan ada pula yang berpendapat dari kewafatan beliau.

Yang lain menyarankan, penetapan awal penanggalan dalam Islam itu, momentum hijrah Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Yatsrib. Peristiwa itu dipandang penting, karena hijrah merupakan titik balik dakwah, setelah 13 tahun mengemban misi dakwah Islam di Makkah.