
Peta disamping menunjukkan posisi kabel dan memberitahu Anda stasiun pendaratannya, siapa pemiliknya, seberapa panjang, dan kapan kabel ini siap beroperasi jika sedang tak beroperasi. Pada peta versi ini, pengguna cukup mengklik kabel untuk mengetahui infonya.

Tim Stronge dari Telegeography yang meciptakan peta ini mengatakan, ”Kabel bawah laut ini sangat mahal namun mampu menghantarkan kapasitas besar. Biaya pererawatan tahunan kabel ini menghabiskan US$10 juta (Rp93,1 miliar). Jika kabel rusak, pemilik kabel harus membayar biaya perbaikan dengan harga US$10 ribu (Rp93,1 juta) per hari. Dampak kerusakan kabel ini sendiri bisa sangat menakutkan. Pada 2008, satu kabel antara Sicily dan Mesir mengalami kerusakan. Hal tersebut membuat 50% menjadi kota ‘gelap’ dan membuat industri komputer serta pasar saham negara itu mati selama berjam-jam.
No comments:
Post a Comment