Showing posts with label Selatan Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Selatan Indonesia. Show all posts

Friday, 3 August 2012

Bunker Kiamat ala Australia

Kapan dunia dan seluruh kehidupan akan berakhir, adalah hak prerogatif Sang Pencipta. Hanya Tuhan yang mengetahui. Namun, ada banyak orang dari berbagai generasi yang mencoba-coba menebaknya, meski banyak ramalan kiamat terbukti salah kaprah. Salah satunya, ramalan kiamat akan terjadi pada tahun 2012, tahun ini. Meski isu itu telah dibantah oleh para ilmuwan, sebagian orang masih saja percaya. Ada banyak alasan yang digunakan, dari ramalan Bangsa Maya, Nibiru, badai matahari, pergeseran kutub bumi, juga gempa dahsyat. Kekhawatiran tak tak kunjung berakhir dimanfaatkan sekelompok orang untuk meraup dolar. Sebuah kelompok menarik bayaran 5.000 dolar Australia atau sekitar Rp50 juta bagi mereka yang ingin berlindung dari kiamat, di sebuah bunker yang dibangun di utara perbukitan New South Wales.

Salah satu pendiri grup, seorang mekanik pendingin ruangan Simon Young mengatakan, biaya masuk tersebut untuk mengganti beton dan material lain yang digunakan untuk mendirikan bunker, yang diyakini berada di perbukitan dekat Tenterfield, Australia itu. Kelompok tersebut tidak menggunakan ramalan Bangsa Maya sebagai pedoman, melainkan teks Mesir kuno, ayat-ayat Injil, bahkan tubuh mammoth yang beku sebagai "bukti" bahwa dunia akan mengalami perubahan fisik yang masif sekitar tanggal 21 Desember 2012. Saat ditanya tentang proyek bunker, yang berada di bawah tanah pada kedalaman 1,2 kilometer di bawah permukaan air laut, Young meyakinkan, tempat perlindungan itu adalah kesempatan terbaik untuk selamat, termasuk terhadap bencana laut mematikan.  Untuk bersiap-siap menghadapi peristiwa besar  2012. Mereka sedang mencoba untuk melibatkan orang lebih banyak.

Bunker rahasia itu diharapkan selesai sebelum bulan Desember tahun ini, yang menurut kelompok tersebut adalah saat di mana aktivitas matahari dan pergeseran tektonik bumi akan menyebabkan kematian sebagian besar kehidupan di muka Bumi. Belum jelas berapa orang yang rela merogoh kocek demi iming-iming selamat dari kiamat. Namun, situs kelompok tersebut, yang juga menampilkan puisi dari peramal legendaris abad ke-16, Mother Shipton telah dikunjungi lebih dari 28.500 kali, terutama saat orang-orang paranoid dengan ramalan kiamat 2012.

Telah diketahui bahwa aktivitas matahari telah meningkat secara signifikan selama beberapa abad terakhir. Hal ini diyakini bahwa ada hubungan antara siklus matahari dan fluktuasi magnet, dan pergeseran kutub. Dibeberkan pula bukti Mammth beku dan keberadaan planet yang belum ditemukan di alam semesta yang diyakini mampu mengubah kutub di bumi.

Sementara, sudah jauh-jauh hari, ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membantah adanya mitos kiamat tahun ini. Tak ada hal buruk yang akan terjadi pada Bumi pada 2012 ini. Bumi telah bertahan selama 4 miliar tahun, melewati banyak peristiwa. Ilmuwan-ilmuwan yang kredibel di seluruh dunia tahu tak ada ancaman yang terkait dengan tahun 2012. Tak hanya di Australia, sejumlah pengusaha juga membangun bunker perlindungan kiamat di tempat lain. Salah satunya, perusahaan Vivos yang dipimpin Robert Vicino yang membangun lubang perlindungan di  sebuah lokasi yang dirahasiakan dekat Gurun Mojave di wilayah Barstow, Kalifornia.

Bunker pertama dari 20 tempat perlindungan yang akan dibangun Vivos, memiliki luas 20.000 kaki persegi, terkubur lima tingkat di bawah tanah. Tebal temboknya tiga kaki. Bunker tersebut dilengkapi lusinan kamar yang bisa ditinggali 200 orang. Bunker juga dilengkapi rumah sakit dan dapur umum, dengan segala perabotan. Tertarik? Siap-siap saja merogoh koceh US$50.000. Bunker lain dibangun di bawah padang rumput Kansas, didirikan di bekas gudang misil yang punya fasilitas mewah, dengan kenyamanan setara kondominium. Bunker yang terdiri 14 lantai bawah tanah, tujuh lantai di antaranya dijual US$1 juta sampai US$2 juta per setengah lantai. Hanya bisa dibeli para miliuner yang percaya uang bisa menyelamatkan mereka.[vn]

Wednesday, 20 June 2012

Australia bangun Taman Laut terbesar Dunia

Bagi sebagian besar pelancong, berlibur di Australia berarti identik dengan perairan tropis dan kehidupan laut yang spektakuler. Kini, ada kabar baik bagi wisatawan yang menggemari kehidupan bawah laut di Australia. Negara itu berencana membuat jaringan taman laut terbesar di dunia. Menurut rencana, taman laut itu akan memakan lahan seluas 3 juta kilometer persegi atau sepertiga dari perairan negara pulau itu. Berarti area itu seluas wilayah India. Pembangunan akan dimulai dari Canyon Perth di barat selatan ke Kangaroo Island di lepas pantai selatan. Menteri Lingkungan Tony Burke mengatakan wilayah taman air ini akan dilindungi daerah Coral Sea yang mengelilingi Great Barrier Reef di utara timur. "Taman nasional laut ini akan dikombinasikan dengan daerah Great Barrier Reef.

Ini pastinya akan menjadi daerah perlindungan laut terbesar di dunia," katanya. Untuk itu, rencana perlindungan ini akan melarang eksplorasi minyak dan gas di semua taman nasional laut, termasuk di seluruh Laut Coral dan off Margaret River, daerah destinasi wisata populer di barat selatan Australia. Langkah ini juga akan meningkatkan perlindungan makhluk laut termasuk ikan paus biru, penyu hijau, hiu, dan dugong. Kepastian pembangunan taman nasional laut ini rencananya akan diresmikan sebelum akhir tahun ini. Awal bulan ini, PBB melaporkan bahwa kelangusngan Great Barrier Reef Australia yang indah berada dalam bahaya akibat pembangunan industri. Posisinya pun tengah dipertimbangkan untuk masuk daftar sebagai situs warisan dunia 'dalam bahaya' pada tahun depan.

Sunday, 25 March 2012

AS Bangun Pang-Mil Rasis di Selatan RI

Amerika Serikat tertarik mendirikan pangkalan pesawat pengintai di suatu kepulauan terpencil milik Australia yang terletak di sebelah barat Samudera Hindia atau di sebelah barat laut Indonesia. Namun, Australia mengaku belum menganggap serius minat AS itu.  Menurut harian The Washington Post, wilayah yang dimaksud adalah Kepulauan Cocos, yang berjarak 3.000 km di sebelah barat daratan Australia dan sebelah selatan Pulau Sumatra, Indonesia.  Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith juga mengungkapkan telah muncul wacana untuk menjadikan Kepulauan Cocos milik Australia sebagai pangkalan militer AS. Namun, dia mengatakan Australia belum bersedia menindaklanjuti ide itu secara serius. Itu juga tidak termasuk dalam rencana yang disiapkan Canberra untuk memperkuat hubungan militer dengan AS dalam waktu dekat.

"Kami melihat Cocos berpotensi menjadi lokasi strategis dalam jangka panjang. Namun, itu masih merupakan wacana," kata Smith. Smith menegaskan keberadaan militer AS di kawasan Asia Pasifik berguna untuk menegakkan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran. Itulah sebabnya Australia tahun lalu mengizinkan rencana AS menambah kekuatan pasukan marinirnya secara bertahap di Darwin--sebelah tenggara Indonesia--sebanyak 2.500 personel mulai tahun ini.  Menurut harian The Washington Post, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) tertarik menggunakan Cocos Islands sebagai pangkalan baru bagi armada pesawat pengintai mereka supaya bisa terbang memantau keadaan di Laut China Selatan. Kawasan itu rawan konflik karena berlokasi sangat strategis bagi jalur perdagangan dan kaya akan sumber daya alam. 

Sejumlah negara, seperti China, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Taiwan selama ini bersitegang mengklaim batas maritim di Laut China Selatan. Apalagi dalam beberapa bulan terakhir sudah muncul "benturan kecil" yang melibatkan kapal-kapal dari sejumlah negara yang berkepentingan. Menurut Washington Post, Cocos Islands bisa menjadi alternatif bagi AS untuk mendirikan pangkalan militer baru. Apalagi kontrak hak guna salah satu pangkalan AS saat ini yang berlokasi di suatu pulau milik Inggris di Samudera Hindia, Diego Garcia, akan habis pada 2016 dan belum ada tanda-tanda perpanjangan.   

Saturday, 22 October 2011

Kisah Persahabatan Nelayan Australia dan Hiu Putih

Sebuah majalah Perancis “Le Magazine des Voyages de peche” di edisi ke 56, membawa cerita yang mengagumkan: “An Astonishing Love Story” Dimana cerita tersebut adalah cerita nyata dari seorang pelaut/nelayan yang mempunyai teman/pengikut istimewa, Yaitu seekor ikan hiu putih.

Berikut kisahnya :

“Arnold Pointer, seorang nelayan Professional dari Australia Selatan menyelamat kan nyawa seekor “Hiu Putih Besar Betina” yang tertangkap di jaring nya. Sekarang nelayan itu mempunyai masalah. Ia Berkata : ini sudah berlangsung selama 2 tahun dan ia tidak pernah meninggalkan aku sendiri. Ia selalu mengikutiku kemana pun aku pergi dan kedatangannya selalu membuat semua ikan pergi. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Sulit untuk pergi dari hiu yang panjang nya hampir 17 kaki (sekitar 5,1 meter) karena Hiu Putih dilindungi oleh konservasi kehidupan liar, tapi kasih sayang adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri lagi antara Arnold dan “Cindy”.

Arnold Berkata : Saat aku memberhentikan perahu ku ia datang kepadaku, dia memutar punggungnya dan membiarkan aku mengelus perut dan lehernya. Ia mendengkur, memutar matanya dan menggerakkan sirip nya keatas dan kebawah memukul air dengan senang nya…  Mengagumkan !